<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881</id><updated>2011-11-18T02:42:17.758-08:00</updated><category term='Personal'/><category term='Marketing'/><category term='Manajemen'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>Sachli on Business</title><subtitle type='html'>This Blog will be the place for me to share my ideas, knowledge and experience about business. Any articles I've posted solely expressing my own personal opinion. Use it as your own risk.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-8422894043402339418</id><published>2011-11-18T02:29:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T02:42:17.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Teknik Mendelegasi</title><content type='html'>Delegasi adalah kunci agar bisnis bisa terus membesar dan berjalan tanpa Anda. Namun ada banyak orang yang tidak mengerti tentang delegasi dan merancukannya dengan abdikasi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila Anda meminta seseorang mengerjakan tugas yang harusnya Anda kerjakan tanpa melihat:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apakah dia mampu atau tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah dia mau atau tidak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah dia mengerti atau tidak &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Apa yang akan dikerjakan, maka Anda telah melakukan Abdikasi. Anda mengharapkan dia mengabdikan dirinya kepada Anda.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah abdikasi efektif? Tentu saja, kalau Anda menemukan orang yang tepat. Orang yang mampu berpikir secara mandiri, mempunyai daya dorong yang tinggi serta mempunyai kemampuan belajar yang besar. Namun sayangnya, orang seperti itu umumnya juga mempunyai ambisi yang tinggi. Selagi dia masih berada di bawah wewenang Anda, maka Anda bisa mengambil keuntungan dari abdikasinya. Namun apabila dia sudah merasa jago dan ingin mencoba tantangan yang lebih besar, kemungkinan besar, Anda tidak akan mampu menahannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pikiran bahwa 'Saya lebih hebat dari Bos saya, untuk apa saya berkerja untuk dia, mendingan saya bekerja untuk diri saya sendiri' pasti akan melintas dipikiran 'abdikator' tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, apabila orang andalan Anda meninggalkan Anda, apa yang bisa Anda lakukan? Itulah kerugian dari abdikasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu bagaimana melakukan Delegasi? Saya barharap bisa memberikan Anda jawaban yang mudah. Namun sayangnya setelah belasan tahun saya berbisnis dan mengalami kegagalan di sana sini, saya harus jujur mengatakan bahwa tidak ada jalan singkat untuk melakukan delegasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut langkah-langkah delegasi yang bisa saya bagikan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Anda harus menguasai apa yang Anda ingin delegasikan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda harus mendokumentasikan prosedur cara menjalankan tugas tersebut secara tertulis. Bukan cuma itu, Anda harus pastikan prosedur tersebut efektif. Itu sebabnya poin 1 sangatlah penting untuk dilalui.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda harus membuat materi training untuk mengajarkan prosedur no:2 di atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda harus mencari kandidat yang tepat yang bisa Anda delegasikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan training dan coaching.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Khusus untuk poin 5, saya baru saja mendapat tips dari teman saya. Ada 4 langkah untuk melakukan transfer ilmu:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;I do you watch&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I do you help&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You do I help&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You do I watch&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Lakukan langkah-langkah tersebut di atas satu demi satu. Setelah sampai ke langkah nomor 4 dan Anda merasa orang tersebut sudah bisa mengerjakan tugas Anda dengan baik, maka di titik itulah Anda bisa disebut telah berhasil melakukan delegasi.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga sharing ini bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-8422894043402339418?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/8422894043402339418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=8422894043402339418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/8422894043402339418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/8422894043402339418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2011/11/teknik-mendelegasi.html' title='Teknik Mendelegasi'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-2953895391705546357</id><published>2011-05-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T23:43:26.082-07:00</updated><title type='text'>Investor vs Business Owner</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w0kyK2zL4mA/TcOTomSxxrI/AAAAAAAAACI/NEHuLFYjnG0/s1600/cashflow_quadrant.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-w0kyK2zL4mA/TcOTomSxxrI/AAAAAAAAACI/NEHuLFYjnG0/s320/cashflow_quadrant.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603484687062386354" /&gt;&lt;/a&gt;Pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang apa beda antara Investor &amp;amp; Business Owner dan apa yang terjadi apabila Anda salah mengerti.&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau menurut &lt;a href="http://www.richdad.com"&gt;Robert Kiyosaki&lt;/a&gt; yang terkenal dengan Cashflow Quadrant-nya, Investor adalah orang yang membuat uang bekerja untuk Anda. Sedangkan Business Owner adalah Anda memiliki sebuah sistem dan orang bekerja untuk Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;OK, terdengar sangat sederhana, betul? Keliru. Ada banyak orang di luar situ yang mengira dirinya adalah Business Owner namun sebetulnya dia bekerja dengan mode Investor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mari kita perhatikan baik-baik. Seorang investor akan investasikan uangnya ke dalam sebuah bisnis, di mana investor tersebut sama sekali tidak terlibat di dalam operasional bisnis tersebut. Bisnis itu sudah ada pemiliknya serta eksekutif yang akan menjalankan perusahaan tersebut. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warren_Buffett"&gt;Warrent Buffet&lt;/a&gt; adalah pakar di bidang ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu apa bedanya dengan Business Owner? Business Owner adalah seorang yang memiliki bisnis, lalu membangun bisnisnya sedemikian rupa sehingga bisnis tersebut memiliki sistem yang sedemikian rupa sehingga bisnis itu bisa berjalan sendirinya. Kalau meminjam istilah &lt;a href="http://www.bradsugars.com/"&gt;Brad Sugars&lt;/a&gt;, Bisnis adalah: sebuah usaha komersial yang menguntungkan dan bisa berjalan tanpa kehadiran business owner-nya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;OK, berdasarkan definisi ini, kelihatannya mulai mirip dengan definisi Investor bukan? Bedanya adalah: sebagai investor, Anda tidak membangun sistem di bisnis yang Anda investasikan, sedangkan Business Owner, Anda harus membangun sistemnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu bagaimana dengan orang yang mempunyai uang, lalu memulai sebuah bisnis, kemudian membiarkan bisnis ini berjalan tanpa sistem dan mendelegasikan (baca: abdikasikan) semua operasionalnya kepada karyawannya? Apakah dia pantas disebut sebagai business owner? Dari definisi di atas, dia lebih tepat disebut sebagai Investor karena dia belum mengerjakan perkerjaan rumahnya, yaitu: Membangun sistem yang bisa berjalan tanpa Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa jadinya bila ada investor yang mengira dirinya adalah Business Owner? Mari lihat sebuah contoh real. Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga saya masuk ke sebuah restoran. Dari luar, restoran ini nampak sangat menarik. Dengan nama yang funky, warna cat yang sangat menarik. Namun sesaat setelah saya duduk, saya langsung menyadari ada yang salah di restoran ini. Ada beberapa meja yang sudah tidak ada tamu, namun piring &amp;amp; gelas kotor belum dibereskan. Bukan cuma itu, karyawan yang mengambil order pun terlihat sangat tidak antusias.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makanan anak saya baru keluar setelah saya &amp;amp; istri saya selesai makan dan 2 kali saya menanyakan ke waiter-nya. Sikap apatis &amp;amp; cuek yang ditunjukkan oleh para karyawan di situ sangat mengesalkan saya. Saat saya amati, tidak ada manager maupun owner yang ada di situ.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Segera saya sadar bahwa restoran ini berjalan dengan mode: Investor yang mengira dirinya Business Owner. Tidak ada sistem konfirmasi order yang umumnya kita lihat di restoran ternama. Rasa makanannya pun tidak terasa enak. Semangat dari karyawannya juga terlihat tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, untuk bisnis seperti ini, siapa yang salah? Menurut saya: Pemilik bisnis tersebut. Dia merasa dirinya adalah seorang Business Owner, tapi menurut saya, dia adalah investor. Bila Anda punya uang dan tidak ingin terlibat di dalam membangun sebuah sistem bisnis, ada baiknya Anda tanam uang Anda di instrumen keuangan yang ada, seperti Saham, Reksadana atau yang paling aman: deposito di Bank saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-2953895391705546357?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/2953895391705546357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=2953895391705546357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2953895391705546357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2953895391705546357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2011/05/investor-vs-business-owner.html' title='Investor vs Business Owner'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w0kyK2zL4mA/TcOTomSxxrI/AAAAAAAAACI/NEHuLFYjnG0/s72-c/cashflow_quadrant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7417719097259667117</id><published>2011-02-27T08:54:00.001-08:00</published><updated>2011-02-27T09:43:00.411-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Berikan Apa Yang Orang Inginkan</title><content type='html'>Artikel berikut ini merupakan hasil pembelajaran saya dari &lt;a href="http://www.robbthompson.com/"&gt;Robb Thompson&lt;/a&gt; ketika beliau datang tahun lalu ke Indonesia. Tema yang ingin saya bahas kali ini adalah: Give What Other People Wants. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita mungkin sudah mengetahui sebuah hukum alam dalam hal memberi. Beri, maka Anda akan diberi. Itu berarti kita harus memberi lebih dahulu sebelum kita akan menerima. Tidak semua pemberian akan menghasilkan. Ibaratnya seperti panen, tidak semua benih yang kita tabur akan memberikan hasil yang sepadan. Ada banyak hal yang menentukan. Salah satunya adalah jenis tanah yang kita tabur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terkadang kita sering memberikan sesuatu kepada seseorang apa yang KITA suka, bukan apa yang PENERIMA suka. Apakah pemberian itu akan membuahkan hasil? Mungkin. Kalaupun ada hasil, pasti tidak maksimal. Sebagai contoh: Coba Anda pikirkan seberapa sering Anda menerima hadiah yang ternyata hadiah tersebut hanya Anda simpan tanpa dipakai karena tidak sesuai dengan keinginan Anda?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh sebab itu, artikel saya kali ini akan membahas apa yang diinginkan oleh berbagai macam pihak agar kita tahu apa yang bisa kita berikan kepada mereka sehingga bisa membuahkan hasil.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang pertama: &lt;b&gt;Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu kita berikan kepada Tuhan? Ada 2, yang pertama adalah 1/7 dari waktu kita. Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dalam waktu 6 hari dan beristirahat pada hari ke-7. Tuhan juga mengharapkan kita melakukan hal yang sama. Bekerja selama 6 hari dan memberikan hari ke-7 itu untuk-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu Tuhan juga berharap sepersepuluh dari apa yang sudah Dia titipkan ke kita untuk dikembalikan kepadaNya. Dengan demikian, Tuhan bisa memberkati kita lebih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang kedua: &lt;b&gt;Otoritas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu kita berikan kepada Otoritas (Pemerintah, Pemimpin, Bos, Atasan, orang tua dll)?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita perlu berikan kepada mereka hormat (respect). Berikan penghormatan kepada mereka sesuai dengan wewenang yang mereka miliki. Hargai mereka. Terlepas dari apakah mereka pantas atau tidak untuk mendapatkannya, posisi mereka mengharuskan kita memberikan hal itu kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ketiga: &lt;b&gt;Pengusaha&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu kita berikan kepada Pengusaha? Solusi. Seperti kita ketahui bahwa pengusaha dalam menjalankan bisnisnya banyak menghadapi tantangan. Hal terakhir yang dibutuhkan oleh Pengusaha adalah masalah yang baru. Oleh sebab itu, nilai Anda akan sangat tinggi apabila Anda mampu memberikan solusi atas permasalahan yang pengusaha hadapi. Semakin besar masalah yang mampu Anda pecahkan, semakin bernilai solusi Anda di mata pengusaha. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila Anda ingin bisnis Anda berkembang, cari tahulah apa tantangan yang dihadapi oleh pengusaha dan berikan solusi yang elegan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang keempat: &lt;b&gt;Karyawan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu diberikan kepada Karyawan? Karyawan membutuhkan Kepemimpinan yang kuat. Pimpinlah karyawan Anda dengan benar. Berikan arahkan yang jelas. Semakin jelas tuntunan Anda, semakin mudah mereka untuk mengikuti Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, mereka juga memerlukan ruang untuk bertumbuh. Berikan jenjang karir yang jelas. Mereka membutuhkan training-training agar kemampuan mereka bisa berkembang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semakin besar ruang pertumbuhan yang kita sediakan bagi mereka, semakin bahagia mereka untuk bekerja untuk Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang kelima: &lt;b&gt;Hubungan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu Anda berikan kepada hubungan (pertemanan, pasangan, anak)? Hubungan memperlukan kasih. Untuk memberikan kasih kita perlu memberikan perhatian dan untuk memberikan perhatian Anda membutuhkan waktu. Untuk itu, Anda perlu memberikan waktu, perhatian dan kasih atas hubungan yang Anda ingin bina. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kepada siapa pun hubungan ini mau dibangun, Anda harus pastikan telah memberikan waktu yang cukup untuk diinvestasikan ke dalam hubungan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena hubungan membutuhkan investasi dari harta Anda yang tidak dapat diperbaharui lagi, pastikan Anda membangun hubungan yang mempunyai masa depan yang baik yang bisa berbuah. Kalau tidak, berarti Anda sedang menabur di tanah yang gersang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang keenam: &lt;b&gt;Akal / Pikiran&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu Anda berikan kepada akal Anda? Pembaharuan. Bila Anda selalu berpikir dengan cara selama ini, maka Anda akan selalu mendapatkan hasil seperti yang sudah Anda dapatkan saat ini. Untuk itu Anda perlu perbaharui pikiran Anda. Berpikirlah lebih besar. Pelajari hal-hal yang belum pernah Anda pelajari sebelumnya. Buka pikiran Anda akan hal-hal atau ide-ide baru. Ikuti training, seminar atau workshop yang mengajarkan hal-hal yang belum Anda ketahui sebelumnya. Semakin banyak ilmu Anda, semakin mudah Anda membawa bisnis Anda menuju ke kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan yang terakhir adalah: &lt;b&gt;Masa Depan&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang perlu Anda berikan kepada masa depan Anda? Bibit. Hukum paling murni di alam semesta ini adalah: Semakin banyak Anda menanam, semakin banyak pula Anda akan menuai. Fokus untuk menjadi lebih produktif. Bibit apa saja yang perlu Anda investasikan dengan baik?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yang pertama adalah uang Anda. Invest di tanah yang subur. &lt;a href="http://www.briantracy.com/"&gt;Brian Tracy&lt;/a&gt; pernah mengatakan sebagai berikut: Luangkan waktu Anda untuk mempelajari sebuah investasi sebanyak waktu Anda untuk menghasilkan uang tersebut. Jangan buru-buru. Ambil waktu yang Anda butuhkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang kedua adalah waktu Anda. Seperti yang sudah dijelaskan di poin 5 di atas, masa depan Anda akan sangat ditentukan oleh dengan siapa Anda bergaul selama ini. Ada pepatah mengatakan: Tunjukan temanmu dan aku akan tunjukkan masa depanmu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Ada banyak hal lagi yang bisa Anda investasikan. Namun kedua hal di atas adalah hal yang terpenting yang bisa Anda investasikan ke dalam masa depan Anda. Pastikan Anda menanam dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian artikel saya kali ini. Semoga membantu Anda dalam membangun bisnis. Sampai jumpa di artikel yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7417719097259667117?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7417719097259667117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7417719097259667117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7417719097259667117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7417719097259667117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2011/02/berikan-apa-yang-orang-inginkan.html' title='Berikan Apa Yang Orang Inginkan'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-2959392414739436670</id><published>2010-05-03T21:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T22:04:57.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Diperiksa Pajak? Siapa Takut!</title><content type='html'>&lt;div&gt;Seperti yang pernah saya &lt;a href="http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/04/imamatek-lebih-bayar-pajak.html"&gt;tulis&lt;/a&gt; di blog ini sebelumnya bahwa Imamatek melapor kelebihan bayar pajak. Pada akhir bulan April 2010 kemarin Imamatek sudah selesai diperiksa pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut sharing yang bisa saya ceritakan. Semoga bermanfaat bagi yang akan menghadapi pemeriksaan pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejujurnya saya terkejut dengan proses pemeriksaan pajak yang terjadi. Di luar dugaan saya, pemeriksaan berjalan dengan sangat lancar.  Tim pemeriksanya sangat sopan serta ilmu akuntansi &amp;amp; perpajakannya pun sangat tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada awalnya mereka meminta semua dokumen yang berhubungan dengan laporan keuangan. Sambil jalan, mereka juga meminta dokumen-dokumen pendukung bisnis lainnya, seperti akta perusahaan, SIUP, dsb-nya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka juga meminta laporan General Ledger (GL) secara detail selama 1 tahun dalam format Excel.  Ternyata data ini mereka lakukan 'posting' sendiri dan ditabulasi per akun per bulan. Setiap transaksi, berdasarkan keterangan yang diisi, akan dievaluasi apakah sesuai dengan peraturan perpajakan yang sedang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tim pemeriksa pajak mengakui bahwa mereka terbantukan karena data GL yang diberikan oleh Imamatek sangat lengkap dan rapi sehingga mempermudah mereka untuk memeriksa. Saya tanyakan: "Apa yang terjadi bila data tidak rapi?" Mereka katakan akan melakukan pemeriksaan dokumen dan pihak ketiga. Mereka akan mencari data dari KPP lain yang ada hubungannya serta dari customer/vendor perusahaan yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 1 hal penting yang ingin saya share. Pemeriksaan pajak selalu mengandalkan dokumen. Oleh sebab itu Anda harus memastikan semua hal/kejadian yang berhubungan dengan bisnis/pajak/transaksi jual beli, pastikan sudah didukung dengan dokumen resmi. Sebagai contoh: Apabila Anda ingin membuat sebuah program marketing promo, pastikan program tersebut ada dokumennya. Kalau tidak ada, bisa-bisa diskon tersebut tidak diakui oleh pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat cerita, setelah melewati masa pemeriksaan lebih dari 1 bulan yang melelahkan, akhirnya dikeluarkanlah hasil pemeriksaan pajak. Dijabarkan semua temuan-temuan yang didapati. Ternyata semua temuan tersebut dirincikan hingga serinci-rincinya. Kami sebagai WP akan dijelaskan hasil temuan tersebut 1 per 1. Apabila ada keberatan yang muncul, WP masih bisa memberikan argumentasi/bukti/pasal. Apabila argumentasi/bukti tersebut diterima, maka tidak menutup kemungkinan temuan tersebut akan dibatalkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila ada temuan yang tidak disetujui oleh WP, maka temuan tersebut tetap akan ditetapkan, namun WP masih mempunyai waktu 3 bulan untuk menyampaikan surat keberatan. Setelah dari situ, dalam waktu 12 bulan akan diproses keberatan tersebut oleh pihak pengadilan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat cerita, Imamatek didapati ada beberapa temuan yang disetujui (berarti harus bayar kekurangannya), ada temuan yang dibatalkan, dan ada pula temuan yang tidak disetujui (yang nantinya akan dibuat surat keberatan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang mengejutkan adalah, setelah proses pemeriksaan berakhir, tim pemeriksa menyampaikan permintaan maaf kepada kami. Sungguh mengejutkan. Mereka begitu menghormati WP sebagai partner.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesimpulan: Pemeriksaan pajak bukanlah sesuatu hal yang perlu ditakuti. Sepanjang kita sudah melapor pajak dengan benar, maka kebenaranlah yang akan membebaskan kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Diperiksa pajak? Siapa takut!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-2959392414739436670?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/2959392414739436670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=2959392414739436670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2959392414739436670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2959392414739436670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2010/05/diperiksa-pajak-siapa-takut.html' title='Diperiksa Pajak? Siapa Takut!'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7684027823119104651</id><published>2010-02-22T22:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T22:32:47.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Who Am I?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Apakah kita pernah berhenti sejenak dari kesibukan kita sehari-hari untuk memikirkan mengapa kita ada di dunia ini?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berapa banyak di antara kita yang sudah menyadari apa tujuan hidup kita? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa resikonya apabila kita tidak mengetahui apa tujuan hidup kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pribadi percaya bahwa Tuhan menciptakan kita dengan sebuah tujuan tertentu. Tujuan itu bahkan sudah ada sebelum kita diciptakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua produk ada dimulai dari ide. Setuju?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum notebook ada, Steve Jobs sudah memiliki konsep tersebut di benaknya. Dia bahkan sudah membuat prototype notebook dari kardus untuk dipresentasikan di rapat direksi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan kata lain, Setiap produk berasal dari sebuah ide. Penciptaan (atau kita boleh sebut dengan 'Product Launching') merupakan petunjuk bahwa ada tujuan yang telah dimulai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke manusia. Dengan analogi yang sama, setiap kelahiran manusia harusnya merupakan petunjuk bahwa ada Tujuan Tuhan yang telah dimulai. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mengetahui hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana kita bisa tahu tujuan hidup kita? Ada pepatah mengatakan: Seek and you will find. Carilah. Bertanyalah. Kepada kita harus bertanya? Kepada siapa lagi kita harus bertanya selain kepada pencipta kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa orang yang paling tepat untuk ditanyakan tentang tujuan sebuah ponsel diciptakan selain kepada si perancangnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi hal ini bagi sebagian orang agak skeptis. Bagaimana kita bisa 'bertanya' kepada Yang Di Atas?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya akan berikan petunjuk cara lain untuk mencari tujuan hidup Anda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda jawab:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Apa yang membuat Anda selalu bersemangat?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Apa kerinduan Anda yang selalu datang?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Hal apa yang selalu Anda impikan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Apa yang membuat Anda marah dan ingin Anda benahi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Apa yang Anda bersedia lakukan walaupun tidak dibayar?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Apa yang orang lain sering minta tolong kepada Anda?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Apa yang membuat Anda damai &amp;amp; puas?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Terakhir, apa yang Anda lakukan untuk memuliakan Yang Di Atas?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga dari pertanyaan di atas bisa membimbing Anda untuk menemukan tujuan hidup Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7684027823119104651?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7684027823119104651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7684027823119104651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7684027823119104651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7684027823119104651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2010/02/who-am-i.html' title='Who Am I?'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-62706163470269335</id><published>2010-02-17T03:03:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T03:15:06.427-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>What Business Are We In?</title><content type='html'>Pada suatu hari ketika saya sedang menjadi pembicara di radio Pas FM 92,4 MHz, ada seorang yang menelepon ke studio untuk melakukan interaksi. Beliau dengan berbaik hati menyampaikan bahwa di internet ada tersedia banyak software akuntansi bajakan. Dia mengingatkan bahwa bisnis &lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;saya&lt;/a&gt; bisa terancam untuk gulung tikar.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sambil tersenyum saya menjelaskan kepada beliau bahwa kami tidak khawatir mengenai hal itu karena kami tidak melihat diri kami sebagai perusahaan yang menyediakan software akuntansi, melainkan penyedia solusi bisnis. Kami melihat software akuntansi hanyalah sebuah alat bantu. Selayaknya alat bantu lainnya, siapa pengguna alat itulah yang lebih penting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi customer, tidak ada gunanya mereka memiliki software akuntansi apabila software tersebut tidak di-setup dengan benar. Software tersebut akan menjadi barang rongsokan belaka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengapa pertanyaan &lt;b&gt;'What Business Are We In?'&lt;/b&gt; ini sangat penting untuk dijawab? Contoh kasus: perusahaan rel kereta api yang melihat dirinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kereta api akan hilang ditelan jaman. Berbeda dengan perusahaan kereta api yang melihat dirinya adalah perusahaan transportasi, dengan mudah akan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dalam hal ini pesawat terbang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, mari kita evaluasi lagi apa yang sebetulnya yang menjadi bidang perusahaan Anda? Coba tanyakan: Mengapa customer Anda membeli dari Anda? Apa yang sebetulnya yang mereka butuhkan dari Anda?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh yang lain: Anda mempunyai toko bunga. Dengan mudah Anda akan terjebak dengan jawaban: Bisnis saya bergerak di bidang jual beli bunga. Tidak. Anda tidak bergerak di bisnis jual beli bunga. Anda sedang berbisnis: komunikasi. Anda menyampaikan pesan seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa untungnya bagi Anda setelah mengetahui Anda ada di bisnis Apa? Untungnya adalah dengan mudah Anda bisa menyesuaikan produk atau jasa yang Anda jual kepada pelanggan Anda tanpa mengubah/keluar dari misi perusahaan Anda. Dengan adanya diferensiasi ini bisa membuat Anda memiliki USP yang kuat dibandingkan kompetitor Anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-62706163470269335?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/62706163470269335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=62706163470269335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/62706163470269335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/62706163470269335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2010/02/what-business-are-we-in.html' title='What Business Are We In?'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-4356482272570813976</id><published>2010-01-19T20:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T21:15:55.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Peluang di Bisnis Software Akuntansi</title><content type='html'>KOMPUTER kini memang telah menjadi perlengkapan wajib banyak pengusaha kelas kecil dan menengah (UKM). Namun, ternyata, ini tak berarti para pengusaha UKM itu telah memanfaatkan komputer untuk mengelola keuangan mereka agar menjadi lebih rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, meski tak ada data resmi, Ketua Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (&lt;a href="http://www.aspiluki.or.id/"&gt;Aspiluki&lt;/a&gt;) Djarot Subiantoro melihat, jumlah pengguna peranti lunak (software) akuntansi masih sedikit.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:12px;"&gt;Selain perusahaan-perusahaan skala besar, hanya sebagian UKM yang telah mengadopsi software akuntansi. Menurut Djarot, banyak perusahaan skala menengah dengan omzet antara Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar per bulan memakai software ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini menyediakan peluang yang sangat besar bagi para pembuat software lokal. Apalagi, menurut Fadil Fuad Basymeleh, pendiri &lt;a href="http://www.zahiraccounting.com/"&gt;PT Zahir Internasional&lt;/a&gt;, di Indonesia ada tak kurang dari 40 juta UKM yang bisa menjadi pasar software akuntansi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemain masih sedikit&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemain di pasar software akuntansi, terutama yang membidik segmen UKM, belum terlalu banyak. Betul, kini sudah ada sekitar 20 produsen software akuntansi di Indonesia. "Tapi, yang membidik skala menengah, saat ini hanya sekitar tiga perusahaan," tukas &lt;a href="http://sachlionbusiness.blogspot.com/"&gt;Mas Agung Sachli&lt;/a&gt;, pemilik &lt;a href="http://www.imamatek.com/"&gt;Integritas Makmur Mandiri&lt;/a&gt;, produsen peranti lunak akuntansi merek &lt;a href="http://www.fina.co.id/"&gt;FINA&lt;/a&gt;. Mas Agung mengaku, FINA termasuk pemain kelas menengah ini. Pesaingnya adalah &lt;a href="http://www.cpssoft.com/"&gt;Accurate&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.zahiraccounting.com/"&gt;Zahir Accounting&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Aspiluki mencatat, ada enam perusahaan yang membuat software akuntansi untuk UKM. "Karena lahan yang belum tergarap tinggi, pertumbuhan pengguna software akuntansi ini berkisar 20% tiap tahunnya. Tapi jumlah produsennya tetap," tukas Djarot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, pengusaha yang masuk pasar software akuntansi ini harus siap menghadapi banyak tantangan. Mas Agung sendiri menyebut ada beberapa alasan yang membuat pengusaha UKM enggan memakai peranti lunak akuntansi. Pertama, belum banyak UKM yang menggunakan jasa akuntan. Kedua,  belum ada patokan yang jelas mengenai standar harga software akuntansi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;Harga software akuntansi bisa mulai dari puluhan ribu rupiah sampai puluhan juta rupiah per paket. "Kompetitor ada yang pasang harga satu paket Rp 1 juta untuk satu orang pemakai. Ada juga yang Rp 5 juta per paket untuk dipakai sampai 20 orang pegawai," ujar Mas Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, hingga saat ini, belum ada pihak yang mau mengevaluasi dan membandingkan kelebihan serta kekurangan paket masing-masing software itu. "Sehingga bagi pebisnis, terutama yang tidak mengerti TI, membeli software akuntansi seperti masuk ke hutan belantara," lanjutnya. Ketiga, banyak pengusaha masih meyakini, semakin berantakan pembukuan, mereka akan semakin aman menghindari pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, baik Mas Agung maupun Djarot yakin, dengan penerapan standar pajak yang ketat saat ini, dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, jumlah perusahaan skala menengah yang memakai software akuntansi akan meningkat pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi hal tersebut, Djarot menyarankan perusahaan pembuat software akuntansi segera mengembangkan produknya agar mempunyai nilai plus ketimbang hanya sebagai software penghitung rugi laba saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Produsen harus kreatif melengkapi software akuntansinya dengan aplikasi bisnis dan manajemen lainnya sehingga juga bisa membantu keputusan bisnis," kata Djarot. Singkat kata, kata Djarot, software itu harus bisa menjadi solusi bisnis bagi pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspiluki sendiri saat ini sedang gencar mengedukasi perusahaan-perusahaan skala menengah untuk menggunakan software akuntansi. "Kami bilang, jangan lihat biayanya, tapi lihat valuenya," tutur Djarot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Fadil mengingatkan agar pengusaha software juga berani memberikan layanan purna jual bagi pelanggannya. Dengan jaminan ini, para pengguna tentu akan merasa lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Djarot maupun Mas Agung bilang bahwa kondisi krisis saat ini tak berpengaruh terhadap penggunaan software akuntansi. "Di satu sisi memang ada industri yang kolaps. Tapi di sisi lainnya masih ada yang bertumbuh. Tinggal bagaimana produsen melihat dan memanfaatkan peluang tersebut," kata Mas Agung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;Mas Agung mengungkapkan, kini &lt;a href="http://www.fina.co.id/"&gt;software akuntansi FINA&lt;/a&gt; yang terbit sejak 2006 telah merambah sebagian besar Jakarta dan Surabaya. "Saat ini kami punya 600 pelanggan dengan omzet sekitar Rp 300 juta per bulan," lanjut Mas Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk FINA sendiri tersedia dalam dua paket. Pertama, harga Rp 17 juta untuk tiga pengguna. Kedua, harga Rp 29 juta untuk enam pengguna. "Di saat krisis, yang harga Rp 29 juta malah lebih laku," imbuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Agung juga mengaku, sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, fitur dasar FINA belum banyak mengalami perubahan. Akan tetapi, fitur FINA sangat fleksibel mengadopsi perubahan seperti perubahan aturan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dengan harga paket antara satu juta sampai belasan juta rupiah,&lt;a href="http://www.zahiraccounting.com/"&gt; Zahir Accounting&lt;/a&gt; telah menggaet ribuan pelanggan. Menyiasati krisis, Zahir meluncurkan Zair Merdeka, yakni paket software akuntansi yang dijual dengan sistem sewa prabayar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://weekend.kontan.co.id/index.php/peluang_usaha/post/3189/peluang-di-bisnis-software-akuntansi"&gt;Kontan&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-4356482272570813976?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/4356482272570813976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=4356482272570813976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4356482272570813976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4356482272570813976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2010/01/peluang-di-bisnis-software-akuntansi.html' title='Peluang di Bisnis Software Akuntansi'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7503437365647123275</id><published>2009-12-23T23:43:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T01:12:52.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Apa Yang Membuat Bisnis Begitu Sulit?</title><content type='html'>Mungkin kita semua sudah sering mendengar bahwa hanya ada 20% perusahaan yang akan survive dalam 5 tahun pertama dan 4% pada 10 tahun pertama. Saya pernah ditanya: Mengapa hal ini bisa terjadi?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berdasarkan pengalaman saya yang telah membangun &lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;perusahaan&lt;/a&gt; selama 12 tahun, saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Michael E. Gerber di &lt;a href="http://www.e-myth.com/"&gt;bukunya&lt;/a&gt; yang sangat terkenal &lt;b&gt;E-Myth, Why Small Business Doesn't Work And What to do about it&lt;/b&gt;, mengatakan bahwa bisnis kecil umumnya dimulai dari seseorang profesional yang merasa dia bisa menjalankan bisnis lebih baik dari bosnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang koki selalu bermimpi membuka bisnis restoran. Programmer akan bermimpi membangun software house, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu apa yang salah dari seorang profesional pindah menjadi pebisnis? Bukankah dia sangat mengetahui bidangnya? Ya, betul. Tantangannya adalah, di bisnis ada 7 hal lain yang harus kita kuasai di samping produk/service yang kita sediakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tujuh bidang yang perlu dikuasai oleh seorang pebisnis, terlepas dari apa pun produk/jasa yang dia tawarkan adalah:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Marketing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selling&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Customer service&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Finance&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Team building&lt;/li&gt;&lt;li&gt;System&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operation&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Nah, kembali ke pertanyaan awal, mengapa hanya ada 4% bisnis yang bertahan setelah 10 tahun? Jawabannya, menurut saya, adalah: karena tidak semua pebisnis menguasai ke-7 area tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu apa yang bisa kita lakukan agar bisa sukses menjalankan sebuah bisnis?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 2 pilihan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama adalah: Apabila Anda cukup beruntung memulai sebuah usaha dengan modal yang sangat banyak, Anda bisa meng-hire manager professional di masing-masing bidang tersebut. Anda mencari manager marketing, manager sales, dst. Tentu saja tidak sesederhana itu. Anda masih harus mempunyai skill untuk me-manage mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun sayangnya, tidak semua pebisnis mempunyai kemewahan seperti itu. Terkadang kita harus memulai sebuah bisnis dengan modal dengkul (bootstrap). Lalu, apa solusinya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pilihan kedua adalah: Kita pelajari sendiri semua bidang tersebut. Hah...? Mempelajari semua bidang? Mungkin kata Anda terkejut. Berapa lama bisa menguasai semua bidang tersebut? Tergantung dari gairah Anda sendiri. Bisa 3 tahun, bisa 5 tahun, bisa 10 tahun. Saya tidak tahu. Tapi yang saya tahu pasti, bisnis Anda tidak akan bisa berkembang dengan pesat bila salah satu dari ke-7 area tersebut ada yang lemah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk membuktikan pendapat saya di atas, saya mempunyai teori yang saya sebut dengan Teori Satu Nol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bunyi teori ini adalah: Hasil maksimal dari sebuah sistem yang saling bergantungan tergantung pada kapasitas komponen terlemah. Well, harus saya akui saya 'mencuri' teori ini dari &lt;a href="http://www.goldratt.com"&gt;Theory of Constraint&lt;/a&gt;-nya Eliyahu Goldratt.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai contoh: lihat persamaan matematika berikut: &lt;b&gt;1 x 1 x 1 x 1 x 1 x 1 x 1 = 1&lt;/b&gt;. Ya, semua orang sudah tahu itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa hasil persamaan tersebut apabila salah satu dari faktor kali tersebut menjadi 0? Menjadi 0 bukan? &lt;b&gt;1 x 1 x 1 x 0 x 1 x 1 x 1 = 0&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kalau kita memperbaiki di bidang yang skornya 0 menjadi 0,1, maka persamaannya menjadi: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;1 x 1 x 1 x 0,1 x 1 x 1 x 1 = 0,1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teori saya terbukti kan? Output terbesar kita ditentukan oleh constraint terlemah kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu artinya, apabila kita lemah di 1 bidang, maka akan mempengaruhi hasil dari bisnis kita secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang tidak mudah untuk menguasai 7 bidang di atas. Namun hasilnya pastilah akan manis apabila kita bertekun untuk terus belajar dan menempa diri. Jadi mulai dari sekarang, silahkan mulai pelajari masing-masing bidang tersebut di atas. Cari buku, ikuti seminar, ikut business coaching. Lakukan apa pun yang bisa Anda lakukan untuk menguasainya. Niscaya bisnis Anda pasti akan sukses.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7503437365647123275?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7503437365647123275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7503437365647123275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7503437365647123275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7503437365647123275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/12/apa-yang-membuat-bisnis-begitu-sulit.html' title='Apa Yang Membuat Bisnis Begitu Sulit?'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7214335582033458874</id><published>2009-10-02T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T21:47:35.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Dreamketing</title><content type='html'>Saya baru saja selesai menonton DVD dari Tom Peters dengan judul: &lt;b&gt;"Re-Imagine! Business Excellence in A Disruptive Age"&lt;/b&gt;. Bagi yang belum tahu siapa itu Tom Peters, beliau adalah yang menulis buku "In Search Of Excellence". DVD ini bisa ditemukan di toko buku Gramedia terdekat.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada banyak hal yang dibahas di DVD tersebut. Salah satu hal yang mengesankan saya adalah tentang &lt;i&gt;Dreamketing&lt;/i&gt;. Dreamketing adalah marketing gaya baru yang diperlukan untuk memenangkan persaingan bisnis di jaman sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beliau mengatakan bahwa supply yang disediakan oleh produsen mulai berubah sesuai dengan jaman secara berurutan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Raw Material.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalaman (Experience)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impian yang menjadi kenyataan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Marketing jaman sekarang bukan lagi jamannya hanya sekedar menawarkan produk atau jasa atau bahkan komoditi. Sudah bukan lagi kita memenuhi Needs atau Wants. Tapi kita sudah harus memikirkan tentang Dreams dari customer.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi perusahaan yang berhasil mengetahui Dreams dari customer dan membuatnya menjadi kenyataanlah yang akan memenangkan persaingan bisnis masa kini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Top Executive perusahaan Harley Davidson mengatakan bahwa mereka bukanlah perusahaan pembuat sepeda motor, tapi mereka adalah perusahaan Life style. Produk mereka akan membuat "Seorang akuntan berusia 43 tahun dan mengenakan jaket kulit masuk ke kampung dan ditakuti oleh orang-orang sekitarnya". Itulah yang disebut dengan Dreamketing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wanita juga termasuk yang memegang peranan penting dalam Dreamketing ini. Apabila kita bisa mewujudkan impian para wanita, mereka bukan hanya akan membicarakan produk Anda, mereka bahkan menjadi bagian dari produk tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pikirkan ulang (Re-Imagine) produk yang sedang Anda tawarkan. Maka perusahaan Anda akan survive melewati masa yang tidak menentu saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih ada banyak lagi yang dibahas di Re-Imagine. Segera cari DVD-nya dan tonton habis. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7214335582033458874?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7214335582033458874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7214335582033458874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7214335582033458874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7214335582033458874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/10/dreamketing.html' title='Dreamketing'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-3181248804196781807</id><published>2009-07-10T21:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T21:56:10.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pentingnya Value di Perusahaan</title><content type='html'>Minggu lalu saya makan di &lt;b&gt;Noodle Cafe&lt;/b&gt;, Mal Taman Anggrek. Setelah saya duduk dan order, sambil menunggu makanan datang, saya mulai mengamati suasana di Cafe tersebut. Perasaan saya mengatakan ada sesuatu yang tidak betul di cafe tersebut. Selidik punya selidik, ternyata karyawan di situ, tampangnya tidak ceria, kalau tidak mau disebut cembetut. Bahkan penerima tamunya pun tampangnya sama cembetutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, saya menghampiri kasir untuk bayar. Total tagihan Rp.32.500. Saya membayar dengan 1 lembar 50,000 dan dikembalikan dengan 1 lembar sepuluh ribu dan 5 koin lima ratusan. Saat saya jalan keluar saya baru sadar ada yang keliru. Saya hitung ulang kembaliannya. Ternyata hanya Rp. 12.500. Berarti kurang Rp.5.000. Saya kembali lagi ke kasir tersebut. Dalam hati saya, mungkin bakalan alot karena saya sudah berjalan ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kasir saya bertanya: “&lt;i&gt;Berapakah uang kembaliannya?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;Kasir: “&lt;i&gt;17.500 kan?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;Saya tidak menjawab, hanya menunjukkan uang kembaliannya.&lt;br /&gt;Kasir: “&lt;i&gt;O..., kurang 5.000 ya&lt;/i&gt;?”.&lt;br /&gt;Saya pikir: “&lt;i&gt;Kok dia tahu kurang 5.000? Dia sendiri belum melihat &amp;amp; menghitung uang kembalian yang saya sodorkan?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu saya langsung sadar bahwa kemungkinan hal ini memang disengaja. Mungkin dia pikir pelanggan tidak akan hitung ulang. Dengan entengnya dia kembalikan uang 5.000 dengan permintaan maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya pelajari dari kejadian tersebut? &lt;div&gt;Berikut hipotesa saya: Terlihat karyawan di sana tidak puas dengan kebijakan perusahaan (terlihat dari bahasa tubuh mereka). Dugaan saya adalah masalah uang. Hal itu yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan korupsi seperti cerita di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karyawan kita berperilaku seperti itu, siapakah yang salah? Saya pribadi berpendapat kesalahan terletak pada pemilik perusahaan. Setiap Business Owner (BO) berkewajiban untuk membuat sebuah aturan main dasar. Umumnya aturan main ini disebut sebagai Core Value atau Nilai inti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Core Value? &lt;b&gt;Core Value adalah hal-hal yang dihargai, dijunjung tinggi, dijalankan, dan merupakan jiwa dari sebuah organisasi&lt;/b&gt;. Umumnya core value merupakan sebuah kata sifat dan dilengkapi dengan penjelasannya. Setiap karyawan harus tahu persis nilai-nilai apa saja yang harus dijaga dan apa konsekuensinya bila tidak diikuti. Tidak ada perusahaan yang bisa menjadi besar &amp;amp; bertahan lama tanpa adanya Core Value yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara membuat Core Value sebuah perusahaan? Mudah sekali. Core Value itu harusnya merupakan cerminan dari diri sang BO. Galilah dari sisi sang BO sendiri, dari sisi Customer dan dari sisi Team. Bila masing-masing didapatkan 3-4 value, maka Anda akan dapatkan total 9-12 value. Lakukan proses ini bersama dengan tim inti. Minta pendapat dan masukan dari mereka. Percaya dengan saya, masukan mereka akan mewakili suara hati tim Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat, coba dievaluasi, disusun berdasarkan prioritasnya. Pastikan semua value ini tidak ada yang saling bertentangan. Dan yang terpenting, pastikan Anda hanya memasang value yang Anda sendiri hargai dan mau jalankan. Integritas Anda adalah faktor yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, agar Core Value bisa diketahui, dimengerti, dan dijalankan oleh setiap anggota tim, kita perlu dokumentasikan, pasang di tempat yang mudah dilihat, dan juga harus sosialisasikan. Percaya sama saya, poin yang terakhir adalah hal yang paling sulit.&lt;br /&gt;Dibutuhkan persistensi, disiplin dan keteguhan hati yang besar agar Core Value ini bisa mendarah-daging semua karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Anda harus melakukan Management by wandering around untuk 'menangkap' karyawan yang sedang menjalankan (atau tidak menjalankan) value.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: &lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;Imamatek&lt;/a&gt; memiliki core value yang disingkat menjadi: &lt;b&gt;Bimma Kini Kuat &amp;amp; Sehat&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Kepanjangannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersih &amp;amp; Jujur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Integritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makmur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mandiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kreatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seimbang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Empati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saling MengHargai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Core value ini digunakan pada saat:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Awal perekrutan karyawan, untuk memastikan tim yang akan bergabung telah memiliki value yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhir minggu dibacakan keras-keras, lengkap dengan penjelasan dan contoh perilaku yang mendukung &amp;amp; tidak mendukung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evaluasi performance secara periodik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita di Noodle Cafe di atas. Terlihat dengan jelas bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki core value, dalam hal ini value terhadap customer service dan kejujuran. Kasirnya dengan berani melakukan korupsi. Kalau hal tersebut terjadi di Imamatek, konsekuensinya sudah jelas.Tidak ada SP-SP-an. Yang ketahuan akan langsung di-out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga artikel ini bisa membantu para BO membentuk Core Value yang kuat di perusahaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-3181248804196781807?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/3181248804196781807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=3181248804196781807' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/3181248804196781807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/3181248804196781807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/07/pentingnya-value-di-perusahaan.html' title='Pentingnya Value di Perusahaan'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-4066880154494889496</id><published>2009-04-27T22:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T23:01:31.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Imamatek lebih bayar pajak</title><content type='html'>Hmmm, ternyata Imamatek lebih bayar pajak. Lebih bayar pajak umumnya menjadi momok bagi para pebisnis karena hal itu berarti akan diperiksa.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri sebetulnya sangat antusias dan menantikan momen seperti ini. Banyak yang mengatakan kepada saya bahwa percuma membayar pajak dengan benar (lapor 100%) karena saat diperiksa pasti ada saja yang salah (atau dicari-cari kesalahannya).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejujurnya saya tidak percaya akan hal ini karena saya sendiri sudah melihat banyak perusahaan yang lapor pajak dengan jujur. Saat diperiksa pajak, mereka aman-aman saja dan tidak ditemukan temuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;OK, sekarang Imamatek sudah lebih bayar. Berarti tinggal tunggu waktu (biasanya 1 bulan)  hingga muncul pemberitahuan akan diperiksa. Kita lihat saja nanti apakah mitos: "Percuma bayar pajak dengan benar, nanti juga pasti akan dipersalahkan" benar atau cuma isapan jempol semata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-4066880154494889496?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/4066880154494889496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=4066880154494889496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4066880154494889496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4066880154494889496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/04/imamatek-lebih-bayar-pajak.html' title='Imamatek lebih bayar pajak'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-4273630119097879633</id><published>2009-04-27T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T03:02:57.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Kembali Diundang Menjadi Guest Lecturer di LPPM</title><content type='html'>Tanggal 29 April 2009 saya kembali diundang menjadi dosen tamu di &lt;a href="http://www.lppm.ac.id"&gt;LPPM&lt;/a&gt;. Mata kuliah yang saya ajarkan adalah Manajemen produksi dengan topik Synchronous Manufacturing. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak tahun 2005 secara berkala saya diundang oleh Pak Sumartoyo, Dba untuk mengisi kelas perkenalan cara membuat jadual produksi berdasarkan sistem Synchronous Manufacturing (Sync Mfg). Sync Mfg sering juga dikenal dengan Theory of Constraint (TOC) yang pertama kali diperkenalkan oleh &lt;a href="http://www.goldratt.com"&gt;Eliyahu Goldratt&lt;/a&gt;. Saat ini Sync Mfg sudah digunakan oleh banyak perusahaan manufaktur terkemuka di dunia, di antaranya adalah: &lt;a href="http://www.boeing.com"&gt;Boeing&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.seagate.com"&gt;Seagate&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sistem ini telah terbukti bisa meningkatkan performa produksi sebuah pabrik secara signifikan. Produksi bisa dikerjakan dengan lebih cepat, kapasitas produksi menjadi meningkat, biaya dalam bentuk inventory juga bisa ditekan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedikit mengenai Sync Mfg. Prinsipnya adalah: Keluaran dari sebuah sistem akan dibatasi oleh resource yang paling rendah. Hal ini bisa dianalogikan seperti sebuah rantai. Kekuatan sebuah rantai akan ditentukan oleh sambungannya yang paling lemah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayangnya, saat ini belum banyak perusahaan manufaktur di Indonesia yang sudah mengadopsi teknik produksi seperti ini. Kebanyakan pabrik di Indonesia masih bergumul dengan masalah pasar dan bertahan hidup. Belum banyak yang sudah masuk ke tahapan efisiensi produksi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga dengan semakin banyaknya pelajar yang memahami Sync Mfg, akan semakin banyak pabrik-pabrik di Indonesia yang makin efisien dan kompetitif di pasar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-4273630119097879633?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/4273630119097879633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=4273630119097879633' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4273630119097879633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4273630119097879633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/04/kembali-diundang-menjadi-guest-lecturer.html' title='Kembali Diundang Menjadi Guest Lecturer di LPPM'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-3486171538601900585</id><published>2009-02-25T21:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T21:44:49.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Booming Software Akuntansi Paket di Indonesia di Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;p align="CENTER" style="text-align: left;margin-bottom: 0in; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Booming Software Akuntansi Paket di Indonesia di Tahun 2010&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Tidak ada data yang pasti berapa nilai pasar software akuntansi paket di Indonesia. Perkiraan saya adalah sekitar 10-12 Milyar pada tahun 2008. Angka itu didapatkan dari beberapa vendor software akuntansi paket yang ternama di Indonesia saat ini, seperti: &lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;Imamatek&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.cpssoft.com"&gt;CPSSoft&lt;/a&gt; dan&lt;a href="http://www.zahiraccounting.com"&gt; Zahir&lt;/a&gt;. Dari laporan jumlah customer yang mereka akui di website mereka dibagi dengan lamanya mereka sudah beredar dikalikan dengan harga jual rata-rata produk mereka, maka didapatkanlah angka prediksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dengan pasar yang sedemikian besar sebetulnya tidak terlalu menarik untuk digeluti. Seperti yang saya kutip dari perkataan Bapak Handy Irawan, direktur dari &lt;a href="http://www.frontier.co.id"&gt;Frontier Consulting&lt;/a&gt; di seminarnya yang berjudul: Business Opportunities &amp;amp; profit in the middle of uncertainty, sempat mengatakan bahwa industri software di Indonesia di tahun 2009 belum akan berkembang pesat. Saya mengamini perkataan pakar marketing tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Beberapa fakta yang mendukung pendapat di atas antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;80% dari pengusaha kecil anggota Kadin Jakarta belum memiliki NPWP dan “Kebanyakan pengusaha kecil juga tidak memiliki pembukuan yang teratur” (sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com"&gt;Kompas&lt;/a&gt; 24 Februari 2009). Angka yang kurang lebih sama juga didapatkan dari survei potensi pasar yang dilakukan oleh PT Integritas Makmur Mandiri (Imamatek). Imamatek mendapati bahwa baru sekitar 20% perusahaan di Jakarta yang menggunakan software akuntansi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Namun kondisi ini segera akan berakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Berikut analisanya:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dari sektor pajak, Ibu Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan RI menargetkan penerimaan dari sektor pajak di tahun 2009 adalah sebesar 671,9 trilyun, meningkat 19% dari tahun sebelumnya. Pemerintah mulai serius untuk memberlakukan kebijakan 'Semua orang harus bayar pajak'. Bukti keseriusan ini adalah secara bertahap tarif Pph Badan diturunkan dari 30% menjadi tarif tunggal 28% (2009) dan 25% (2010). Hal ini untuk mendorong lebih banyak perusahaan yang membayar pajak dengan benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Lalu apa hubungannya pajak dengan software akuntansi? Tentu saja ada hubungan yang sangat erat. Salah satu syarat untuk pelaporan pajak adalah adanya pembukuan yang rapi. Kita semua tahu bahwa untuk menyusun laporan keuangan yang rapi secara manual (tanpa software) adalah sangat sulit. Oleh sebab itu dengan adanya tekanan dari pemerintah yang mengharuskan semua perusahaan membayar pajak dengan benar secara tidak langsung akan meningkatkan kebutuhan software akuntansi paket.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Gelombang besar ini (peningkatan kebutuhan akan software akuntansi paket) akan menciptakan iklim yang kondusif di industri software Indonesia. Kapan waktunya? Menurut perkiraan saya: 2010 atau paling lambat 2011 adalah prediksi yang cukup berani. Dari mana dasar perhitungan saya?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Tahun 2008 dan awal 2009, akibat dari peraturan sunset policy, telah bertambah 1,4 juta NPWP perorangan baru. Harusnya angka ini juga ikut mendongkrak jumlah NPWP badan. Selama tahun 2009, mereka mulai berkutat dengan sistem pencatatan manual yang sulit sehingga secara tidak langsung pasti akan terpikirkan untuk menggunakan software akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Jadi merupakan prediksi yang cukup konservatif apabila memperkirakan pasar software akuntansi paket di Indonesia akan meningkat paling tidak 10 kali lipat. Nilai pasar Rp. 100 hingga 200 milyar per tahun tentunya akan menjadi pasar yang menarik bagi siapapun juga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="CENTER" style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: bold;font-size:20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-3486171538601900585?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/3486171538601900585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=3486171538601900585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/3486171538601900585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/3486171538601900585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/02/booming-software-akuntansi-paket-di.html' title='Booming Software Akuntansi Paket di Indonesia di Tahun 2010'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-2431743107686670389</id><published>2009-02-02T17:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T18:06:14.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Mitos Di balik Prinsip "Anda"</title><content type='html'>Di dalam dunia &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Copywriting"&gt;copywriting&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;terdapat sebuah mitos yang mengatakan bahwa semua materi promosi yang kita tulis harus mengandung kata 'Anda' (you). Bila tidak ada kata 'Anda' maka Anda telah melakukan kesalahan terbesar di dunia copywriting.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well, mengejutkan sekali. Saat saya belajar ilmu copywriting dari Michael Patterson pendiri &lt;a href="http://www.awaionline.com"&gt;AWAI&lt;/a&gt; dikatakan bahwa sebetulnya di balik prinsip You ini ada 2 prinsip yang lebih mendasar. Dua prinsip ini adalah: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Manfaat&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;rinsip Keintiman&lt;/span&gt;. Dengan menggunakan kata 'Anda' secara tidak langsung Anda dipaksa untuk berpikir menggunakan kedua prinsip di atas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walaupun demikian, Anda bisa saja menulis dengan menggunakan kata 'Anda' namun tidak menggunakan prinsip manfaat dan keintiman.  Anda bisa berkata: "Saya akan berhenti bercerita tentang diri saya. Apa yang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Anda&lt;/span&gt; pikirkan tentang saya?" Kalimat ini, walaupun mengandung kata 'Anda', sama sekali tidak mencerminkan prinsip manfaat &amp;amp; keintiman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak contoh direct mail yang sangat sukses sekali namun tidak menggunakan kata pengganti kedua. Mereka justru menggunakan kata pengganti pertama bahkan ketiga. Begitu pula sebaliknya, prinsip penggunaan kata pengganti kedua banyakberhasil namun banyak juga yang gagal. Jadi, daripada kita menggunakan prinsip yang tidak selalu berhasil, lebih baik kita gali lebih dalam prinsip yang selalu berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Manfaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat kita bercerita mengenai sesuai, topiknya harusnya memiliki manfaat &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;dari sisi customer&lt;/span&gt;. Istilah umumnya adalah AMBAK = Apa Manfaat Bagi AKu. Kalau dalam bahasa Inggris-nya: stasion radio yang paling banyak didengar orang: WII FM = What's In It For Me.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam setiap tulisan Anda, harus selalu menceritakan manfaat produk/jasa yang Anda tawarkan di lihat dari sisi sang customer.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Keintiman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Prinsip kedua yang harus dipegang saat menulis materi promosi adalah harus mengandung keintiman. Si pembaca tulisan Anda harus merasa dekat dengan Anda sebagai penulis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada beberapa cara untuk menjalin keintiman dengan pembaca/prospek antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan kalimat yang menyuarakan keintiman. Kalimat yang kita gunakan haruslah kalimat seperti sedang bercakap-cakap secara langsung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tampilkan foto Anda. Dengan melihat siapa yang menulis secara langsung, persepsi si pembaca akan berubah. Dia akan merasa lebih dekat dengan Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenakan sepatu si customer.  Anda harus berpikir dari sisi target pasar Anda. Apabila Anda sedang menulis materi promosi untuk anak remaja, coba ceritakan masa remaja Anda yang menghadapi masalah yang sama dengan anak remaja saat ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buka-bukaan. Anda bisa menceritakan sedikit cerita rahasia yang selama ini tidak banyak orang yang tahu mengenai Anda. Mungkin cerita yang sedikit memalukan ataupun yang menyakitkan. Sehingga target pasar Anda bisa melihat diri Anda sama seperti mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajak mereka bergabung dengan "kelompok khusus" yang Anda bentuk sendiri. Misalkan Anda sedang mencoba mempromosikan susu untuk body builder, Anda bisa mengatakan Anda dan audience sebagai "Fitness Mania".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bentuk musuh bersama. Berhubungan dengan poin 5, kita bisa membentuk kelompok lain yang 'memusuhi' kelompok Anda. Misalkan, melanjutkan contoh nomor 5, Anda bisa menulis: "Banyak orang mengira bahwa body building hanya untuk orang yang mau membentuk otot namun tidak berotak."&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian sharing dari apa yang telah saya pelajari. Mulai sekarang, apabila ada yang mengatakan kepada Anda tentang prinsip "Anda", Anda telah tahu bahwa pengetahuan Anda lebih banyak dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang mencoba membuat brosur, website, iklan dan materi iklan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-2431743107686670389?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/2431743107686670389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=2431743107686670389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2431743107686670389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/2431743107686670389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/02/mitos-di-balik-prinsip-anda.html' title='Mitos Di balik Prinsip &quot;Anda&quot;'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-5770265049364750620</id><published>2009-02-02T00:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T00:39:40.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Action Award</title><content type='html'>Hari Jumat kemarin saya menghadiri acara Action Award, sebuah acara yang diadakan oleh &lt;a href="http://www.actioncoach.com"&gt;ActionCoach&lt;/a&gt;, sebuah perusahaan pelatihan bisnis asal Australia. Tanpa di duga, perusahaan saya, &lt;a href="http://www.fina.co.id"&gt;Imamatek&lt;/a&gt; dinominasikan di 2 kategori, antara lain: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The Most Improved Do&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The Most Improved System&lt;/span&gt;.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Puji Tuhan, saya berhasil membawa pulang 1 award, yaitu sebagai &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The Most Improved Do&lt;/span&gt;. ActionCoach menilai bahwa apa yang telah saya lakukan selama 2008 cukup bisa menginspirasikan client-client ActionCoach yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun depan, bila Tuhan mengijinkan, Imamatek akan meraih penghargaan yang lebih besar lagi. Mohon dukungannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-5770265049364750620?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/5770265049364750620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=5770265049364750620' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/5770265049364750620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/5770265049364750620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/02/action-award.html' title='Action Award'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7988210610201504017</id><published>2009-01-31T00:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T00:57:01.913-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Akuntansi? Saya belum perlu!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Jawaban seperti itu yang sering saya dengar dari pemilik bisnis pada saat ditanyakan pertanyaan: “Apakah perusahaan Anda sudah memiliki sistem Akuntansi?”.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bagaimana kita tahu apakah Anda sudah perlu sistem akutansi atau belum? Berikut ada beberapa pertanyaan untuk mengujinya:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis omset setiap  hari?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis gross profit per  produk/harian/bulanan?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis Net profit  bulanan/Tahunan?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis saldo piutang perusahaan dan  umurnya?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis jumlah dan nilai  sisa stok di gudang serta umurnya?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis saldo hutang dan  umurnya?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu persis ke mana perginya uang perusahaan Anda?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apabila Anda menjawab '&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tidak&lt;/span&gt;' minimal 3 dari 6 pertanyaan di atas itu berarti Anda sebetulnya sudah membutuhkan akuntansi. Hal ini juga berarti bahwa selama ini Anda menjalankan bisnis Anda tanpa benar-benar mengetahui apa yang terjadi di bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apakah Anda tahu berapa besar kerugian Anda dengan tidak mengetahui persis ke-7 informasi di atas?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bila Anda mengetahui informasi di atas, Anda bisa membuat strategi untuk Meningkatkan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;b&gt;rofit&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Cashflow&lt;/b&gt; perusahaan Anda. Bukankah kedua hal itu merupakan tujuan utama Anda menjalankan bisnis?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bila Anda tahu berapa gross profit  Anda, berarti Anda bisa berhati-hati menentukan pricing. Harga jual yang terlalu  tinggi akan membuat Anda tidak kompetitif yang berakhir dengan tidak  lakunya barang dagangan Anda. Sebaliknya, harga yang terlalu rendah  akan membuat profit Anda mengecil atau bahkan rugi.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dengan mengetahui umur piutang,  hutang &amp;amp; inventory Anda akan bisa membuat strategi untuk  meningkatkan cashflow. Bila Anda tingkatkan rata-rata umur  hutang dan menurunkan rata-rata umur piutang dan persediaan Anda,  niscaya cashflow Anda pasti akan melonjak.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dua hal di atas adalah manfaat utama yang bisa Anda dapatkan apabila mempunyai sistem akuntansi yang baik yang bisa menghasilkan laporan keuangan. &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Sudah mulai tertarik untuk segera implementasikan sistem akuntansi di perusahaan Anda? Bila belum, lanjutkan bacanya ya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bila manfaat penggunaan sistem akuntansi sedemikian bagusnya, lalu mengapa banyak pebisnis masih enggan menggunakan sistem akuntansi?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Berikut beberapa jawaban dari hasil pengamatan saya selama belasan tahun bermain di industri software akuntansi:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Perusahaan saya masih kecil.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Takut ketahuan orang pajak.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Saya tidak mengerti akuntansi.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Tidak ada orang yang mengurusinya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Saya biasanya menjawab:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Justru saat perusahaan Anda masih  kecil, sistem akuntansinya masih sederhana sehingga lebih mudah  untuk diimplementasikan. Mulailah dari kecil dulu dan pilih sistem  yang bisa berkembang mengikuti perkembangan perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dari sisi pajak, semakin  berantakan pembukuan Anda, semakin menjadi bulan-bulanan petugas  pajak. Sebaliknya, apabila Anda mempunyai pembukuan yang rapi,  tentunya pembayaran pajak Anda akan semakin jelas dan mudah  dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bagi yang tidak mengerti  akuntansi, saat ini sudah banyak software akuntansi untuk membantu  pencatatan. Saat selesai input data, seketika itu juga laporan sudah  bisa disajikan. Anda tidak perlu menguasai akuntansi untuk bisa  memanfaatkannya. Sama halnya dengan listrik. Anda tidak perlu  mengerti cara kerja listrik untuk bisa menikmatik cahaya lampu listri bukan?&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bagaimana dengan tenaga kerja?  Bila aktivitas perusahaan Anda masih kecil, Anda masih bisa handle  sendiri atau minta istri/keluarga anda bantu. Tapi apabila aktivitas  harian sudah tinggi, ada baiknya Anda mencari tenaga kerja khusus  untuk bagian akunting. Kabar bagusnya adalah: lulusan akuntansi yang  bermutu berlimpah ruah setiap tahunnya. Anda cari maka Anda akan  temukan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Demikian penjelasan saya mengenai sistem akuntansi. Semoga bisa memberikan manfaat bagi pebisnis yang masih merasa belum saatnya untuk menggunakan akuntansi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7988210610201504017?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7988210610201504017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7988210610201504017' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7988210610201504017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7988210610201504017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/01/akuntansi-saya-belum-perlu.html' title='Akuntansi? Saya belum perlu!'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-4207514985635777587</id><published>2009-01-31T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T00:20:45.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Pajak (lagi)</title><content type='html'>Ternyata Sunset policy diundur. Dari pernyataan Sri Muliani, ternyata ketahuan bahwa sebetulnya sunset policy ini lebih ditujukan kepada WP kelas kakap. Yah, kita sebagai ikan teri sah-sah saja mengikuti ombak ini dengan baik.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana pun juga, saya senang dengan perubahan sistem perpajakan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alasannya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tarif pajak PPh 21 saat ini sudah lebih masuk akal. Pajak saya di bulan Januari ini bisa dihemat Rp. 1 juta. Luar biasa bukan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fiskal luar negeri dihapus. Ini juga kabar bagus. Saya bisa sering-sering ke Singapur untuk beli buku.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Kelihatannya pemerintah sudah sangat serius untuk menggalakkan penerimaan negara dari sektor pajak.  Tarif pajak diturunkan tapi jumlah WP dinaikkan. Jadi otomatis penerimaan pajaknya bisa meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mari bangsa Indonesia. Kita sama-sama mendukung negara kita tercinta ini dengan membayar pajak secara benar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-4207514985635777587?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/4207514985635777587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=4207514985635777587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4207514985635777587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4207514985635777587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2009/01/pajak-lagi.html' title='Pajak (lagi)'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-6089737788183036584</id><published>2008-12-26T21:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T22:18:54.254-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Sunset Policy</title><content type='html'>Tinggal 4 hari lagi Sunset Policy akan berakhir. Entah apakah semua orang lebih tertarik mengurusi SPT 1770-nya atau sibuk dengan liburan akhir tahun.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri tidak memanfaatkan Sunset Policy ini. Alasannya adalah, sejak Nov 2006 saya sudah memiliki NPWP dan dari saat itu, saya selalu melakukan kewajiban saya untuk membayar pajak perorangan dengan taat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pribadi mempunyai pendapat bahwa sudah seharusnya dan sewajarnya di Indonesia mewajibkan semua warga negaranya memiliki NPWP. Alasan bahwa Indonesia masih banyak KKN-nya atau banyak rakyat Indonesia yang masih miskin sudah tidak relevan lagi. Kalau semua orang saling menunggu seperti itu, kapan Indonesia akan maju?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya percaya bahwa bila kita ingin dunia kita berubah, kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Kalau kata Michael Jackson, "If you want to change the world, start with the man in the mirror".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengapa saya sangat antusias dengan adanya Sunset Policy ini?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;Perusahaan saya&lt;/a&gt; bergerak di bidang &lt;a href="http://www.fina.co.id"&gt;Software akuntansi&lt;/a&gt;. Saat ini menurut survei dari Ben Abadi, seorang pelatih bisnis dari &lt;a href="http://www.actioncoach.com"&gt;Action Coach&lt;/a&gt;, 90% pebisnis Indonesia belum menggunakan software akuntansi. Menurut pendapat saya, alasannya adalah belum strict-nya perpajakan di Indonesia. Dengan kewajiban memiliki NPWP bagi semua orang, diharapkan kesadaran untuk memiliki pembukuan yang rapi akan makin tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya senang membaca buku. Sayangnya, buku-buku yang saya ingin baca jarang ada di Indonesia. Tempat terdekat yang menyediakan buku-buku tersebut adalah di Singapura. Dengan adanya peraturan bebas fiskal di 2009, dan ditambah dengan harga tiket ke Singapur yang murah, tentunya nafsu saya untuk membeli buku akan bisa lebih terpenuhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya benci dengan KKN. Dengan mewajibkan semua orang membayar pajak yang benar, tentunya pemerintah secara tidak langsung akan mendapat tekanan yang lebih banyak dari wajib pajak untuk menjalankan pemerintahan ini dengan lebih bersih.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Saya percaya, 1 hari Indonesia pasti akan menjadi tempat yang bebas KKN dengan birokrasi yang efisien serta tempat bisnis yang kompetitif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Go.. Indonesia... Go.....&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-6089737788183036584?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/6089737788183036584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=6089737788183036584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/6089737788183036584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/6089737788183036584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2008/12/sunset-policy.html' title='Sunset Policy'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7299943707423854972</id><published>2008-12-26T21:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T21:47:08.200-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Alat Bantu Untuk Pengambilan Keputusan</title><content type='html'>Apa tugas sehari-hari seorang pemimpin perusahaan?&lt;div&gt;Membuat visi, target, goal, dll? Ya, itu tugas utama. Tapi apa yang dilakukan sehari-harinya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut saya (bagi yang tidak sependapat, silahkan protes, mumpung gratis), tugas pemimpin perusahaan sehari-harinya adalah membuat keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya, keputusan. Terdengar sederhana, namun sulit dalam praktek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keputusan-keputusan seperti:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Apakah perlu tambah karyawan baru atau memecat karyawan lama?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah customer A boleh dikasih diskon?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah saat ini bisnis perlu ekspansi atau wait &amp;amp; see?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan profit?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah perlu menambah line of product yang baru?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Target pasar apa yang perlu disasar?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Masih banyak 1001 pilihan lainnya yang harus diputuskan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut saya (lagi-lagi, ini menurut saya lho), mengambil keputusan adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Mengapa? Ada beberapa alasan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kita tidak terbiasa mengambil keputusan. Hal ini seperti otot. Bila tidak dilatih, akan lemah. Semakin dilatih, akan semakin kuat dan terbiasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mempunyai informasi yang jelas sehingga harus mengambil keputusan berdasarkan intuisi/feeling.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takut akan konsekuensinya.  Informasi yang tidak jelas membuat kita takut akan konsekuensi dari keputusan kita. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Andai saja Anda mempunyai alat bantu yang bisa memberikan informasi yang kita butuhkan agar bisa membuat keputusan yang tepat, serta kita bisa mengetahui segala konsekuensinya dengan tepat, alangkah indahnya hidup ini.  Pertanyaannya adalah: Apakah hal itu ada?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin saja. Perusahaan saya, &lt;a href="http://www.fina.co.id"&gt;Imamatek&lt;/a&gt;, saat ini sedang mengembangkan software yang memungkinkan pemimpin perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih mudah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mari saya bocorkan sedikit informasi mengenai produk ini ya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Produk ini akan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyediakan analisa keuangan yang global sehingga Anda mengetahui ke mana arah perusahaan Anda sedang menuju.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Software ini juga memberikan informasi parameter-parameter apa yang perlu Anda pantau agar profit &amp;amp; cashflow perusahaan tetap positif. Bagi yang belum tahu bagaimana menghitung profit &amp;amp; cashflow, silahkan lihat ke artikel saya tentang &lt;a href="http://sachlionbusiness.blogspot.com/2008/12/bahasa-bisnis.html"&gt;Bahasa Bisnis&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukan cuma itu. Software ini bisa memungkin Anda melakukan 'What if' scenario. Apa konsekuensinya apabila saya melakukan hal ini dan itu? Fitur ini akan membuat Anda dengan mudah mengetahui konsekuensi dari keputusan Anda seketika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena Anda bisa membuat keputusan dengan coba-coba, tentunya Anda bisa mengambil keputusan sebanyak yang Anda inginkan dan langsung mengetahui konsekuensinya. Anda tinggal memilih keputusan dengan konsekuensi terbaik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Hmmm, saya pribadi tidak sabar untuk menunggu produk ini keluar. Saya sebagai pemimpin Imamatek saat ini sangat memerlukan produk ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut kabar yang saya dengar, produk dengan project Code Name: FDB ini akan diluncurkan pada bulan Januari 2009. Bukan cuma itu. Kabar burung yang saya dengar adalah, produk yang akan dijual di pasaran seharga Rp.10 juta ini akan diberikan gratis kepada semua existing customer dan pembeli FINA selama bulan Januari-Februari 2009. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila Anda ingin mengintip lebih dalam mengenai produk ini, silahkan tinggalkan komentar Anda. Seperti kalimat yang sering diucapkan di Holywood: Don't call me, I'll call you.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Artikel yang akan datang, saya akan ceritakan parameter-parameter apa saja yang perlu dipantau oleh pebisnis agar bisnisnya bisa berkembang dengan pesat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7299943707423854972?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7299943707423854972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7299943707423854972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7299943707423854972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7299943707423854972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2008/12/alat-bantu-untuk-pengambilan-keputusan.html' title='Alat Bantu Untuk Pengambilan Keputusan'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-4841400924813061468</id><published>2008-12-06T01:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T21:48:56.080-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Bahasa Bisnis</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Saat saya masih muda, saya belajar main bola basket. Pertama kali diterjunkan di lapangan, saya belum tahu bahwa bola basket tidak boleh dibawa jalan tanpa di-dribble (travelling). Saat saya melakukan travelling, langsung peluit berbunyi dan pelatih saya mengeluarkan saya dari arena permainan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Itulah resikonya apabila kita bermain sebuah permainan tanpa mengetahui aturan main serta istilah/bahasa yang digunakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bisnis adalah permainan. Setuju? Dan di setiap permainan ada bahasanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Lihat saja di permainan bola basket? Ada Slam dunk, dribble, passing, three point shoot, travelling dan lain sebagainya. Permainan sepakbola juga ada bahasanya sendiri, seperti: Goal, offside, pinalty, dsb.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Bagaimana di bisnis? Apa bahasa yang digunakan di bisnis? &lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Apa resikonya apabila kita sebagai pebisnis tidak menguasai bahasa yang digunakan di bisnis?Mungkin akan sama dengan pengalaman saya di atas, Anda akan 'dikeluarkan' dari arena permainan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Pada kesempatan ini, saya akan mencoba menjelaskan beberapa bahasa yang digunakan di bisnis agar Anda sebagai pebisnis bisa lebih mahir memainkan permainan ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Dalam bisnis, ada 3 laporan yang harus selalu dipantau, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laporan Neraca (Balance Sheet  Statement), merupakan Snapshot atau potret perusahaan Anda. Berapa keuntungan, besarnya aset, dsb.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laporan Laba rugi (Profit or Loss  Statement), menjelaskan keuntungan yang perusahaan Anda hasilkan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laporan Arus Kas (Cashflow  Statement), menunjukkan pertambahan/pengurangan uang Anda di perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laporan Neraca terdiri dari 2 bagian: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasiva&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Aktiva, yang dibagi menjadi 2,  yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aktiva lancar, yang terdiri dari:  Kas/Bank, Piutang, Persediaan dan Aktiva lancar lainnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Aktiva tetap, dibagi menjadi 2: Aktiva berwujud dan Aktiva tidak berwujud. Aktiva tetap umumnya nilainya menyusut. Penyusutan untuk aktiva berwujud dinamakan depersiasi, sedangkan untuk aktiva tidak berwujud namanya amortisasi.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Pasiva, terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Hutang, yang terdiri dari: Hutang jangka pendek (Hutang usaha/dagang, Hutang pajak dan Hutang jangka pendek  lainnya) dan Hutang jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Modal, yang bisa terdiri dari:  Modal disetor, Laba ditahan, dan Laba tahun berjalan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 1.58in; margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Untuk laporan Laba rugi, secara singkatnya terdiri dari:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Pendapatan&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Harga pokok penjualan (HPP).&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laba kotor = Pendapatan – HPP&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Biaya Marketing &amp;amp; Sales (MS)&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Biaya Umum dan administrasi  (General &amp;amp; Administration = GA)&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Total biaya operasional = MS + GA&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laba sebelum bunga, pajak,  depresiasi dan amortisasi (EBITDA = Earning Before Interest, Tax,  Depreciation and Amortization).&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Beban Bunga&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laba sebelum pajak = EBITDA –  Biaya Bunga (EBT = Earning Before Tax)&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Beban Pajak&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Laba Bersih = EBT – Beban Pajak.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Terakhir, untuk Laporan Arus kas terdiri dari:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Arus kas dari aktivitas  operasional. Semua uang yang dihasilkan/dikeluarkan untuk kegiatan  bisnis / jual-beli akan masuk ke bagian ini.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Arus kas dari aktivitas investasi.  Apabila ada kegiatan investasi, seperti: membeli/menjual aset tetap,  investasi saham di perusahaan lain, dll.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Arus kas dari aktivitas  pembiayaan. Segala jenis pembiayaan seperti: setoran modal, deviden,  private placement, pinjaman dari bank, dll.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in"&gt;Sekarang Anda telah mengetahui bahasa utama dari bisnis. Masih ada banyak lagi istilah-istilah di dalam bisnis yang perlu Anda kuasai. Saya akan lanjutkan di artikel berikutnya, yaitu tentang rasio-rasio serta angka-angka yang bisa membantu Anda lebih memahami bisnis Anda serta untuk mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-4841400924813061468?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/4841400924813061468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=4841400924813061468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4841400924813061468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/4841400924813061468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2008/12/bahasa-bisnis.html' title='Bahasa Bisnis'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-920344264632778881.post-7494385840291532296</id><published>2008-03-09T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-12-06T01:30:05.824-08:00</updated><title type='text'>Mas Agung Sachli's First Post</title><content type='html'>Hi there!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is my first post in this blog. I will regularly talk about business development, software development and personal development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am the founder and Managing Director of Imamatek Corporation (&lt;a href="http://www.imamatek.com"&gt;www.imamatek.com&lt;/a&gt;), the developer of FINA Business and Accounting Software (&lt;a href="http://www.fina.co.id"&gt;www.fina.co.id&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please come and visit me again to check out any new posting from me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sachli&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/920344264632778881-7494385840291532296?l=sachlionbusiness.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/feeds/7494385840291532296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=920344264632778881&amp;postID=7494385840291532296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7494385840291532296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/920344264632778881/posts/default/7494385840291532296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sachlionbusiness.blogspot.com/2008/03/mas-agung-sachlis-first-post.html' title='Mas Agung Sachli&apos;s First Post'/><author><name>Mas Agung Sachli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16050060557809825336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WR6zeIKl_gc/SfV9hYDyaNI/AAAAAAAAAAw/yChdL2Us_q0/S220/masagung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
